5 Alasan Mengapa Kamu Harus Melirik Saham dengan Dividen Tinggi

Tren berinvestasi saham akhir-akhir sudah menjadi hal yang lazim dilakukan oleh beberapa kalangan. Termasuk kalangan muda yang sudah mulai mempraktikkan secara intens berinvestasi ataupun trading saham secara rutin. Seringkali, mereka lebih mengincar potensi keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dari harga beli atau saham dengan dividen tinggi.

Namun, ada satu hal menarik yang dapat dihasilkan dari berinvestasi saham yang kadang tidak diperhatikan. Salah satunya adalah pembagian dividen yang sering dilakukan oleh beberapa perusahaan. Nominal pembagian dividen ini tentunya memiliki besaran yang beragam tergantung dengan perusahaan yang kamu pilih.

Alasan Melirik Saham dengan Dividen Tinggi

Sebelum membahas lebih dalam terkait alasan mengapa kamu harus melirik saham dengan dividen tinggi, tentunya kamu harus tahu dulu apa itu dividen dalam saham. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki.

Pada pembagian laba perusahaan ini tentunya sudah berdasarkan dengan ketentuan. Dimana, perusahaan akan melakukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) terlebih dahulu terkait dengan jumlah atau nominal yang akan dibagikan kepada pemilik saham.

Besaran dividen yang diperoleh disesuaikan dengan jumlah saham yang kamu miliki dan dikalikan dengan besaran dividen per lembarnya.

Kamu tertarik untuk mengetahui alasan mengapa berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang memiliki dividen yang tinggi? Simak beberapa alasan di bawah ini untuk mengetahuinya.

Baca juga: 6 Cara Main Saham Untuk Pemula Biar Untung

1. Meminimalisir Risiko Investasi

Tidak dapat dipungkiri lagi, selain tren investasi saham yang naik jumlah investornya, biasanya tren edukasinya tidak berjalan simetris. Hal ini cenderung membuat beberapa investor pemula relatif mudah terjebak ketika membeli saham yang tidak dikenalnya dan berakhir rugi atau floating loss.

Jika hal itu terjadi pada kamu, lebih baik kamu sebelum membeli saham dengan analisa dan belilah saham yang rajin bagi-bagi dividen. Sehingga, apabila saham yang kamu beli sedang floating loss, setidaknya ada keuntungan yang di dapat dari dividen.

Jadi, apa saja contoh saham yang rajin bagi-bagi dividen tiga tahun terakhir ini? Berdasarkan indeks IDX High Dividen 20, ada perusahaan seperti:

  • PT. Adaro Energy, Tbk (ADRO)
  • PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA
  • PT. Telkom Indonesia, Tbk (TLKM)
  • PT. H M Sampoerna, Tbk (HMSP)
  • PT. Unilever Indonesia, Tbk (UNVR)

Apakah kamu sudah memiliki beberapa saham tersebut? Jika belum, coba kamu pertimbangkan untuk beli sahamnya pada saat kamu punya idle money.

2. Bukti Kinerja Keuangan Perusahaan

Dengan dibagikannya dividen tunai kepada para pemegang sahamnya atau shareholders, maka ini menjadi bukti valid bahwa perusahaan tidak hanya membukukan keuntungan di dalam laporan keuangan saja.

Pada umumnya, perusahaan-perusahaan yang sudah mature relatif mudah untuk membukukan keuntungan yang konsisten beserta dengan pembagian dividennya cenderung stabil atau naik tiap tahunnya.

Dengan pertimbangan cemerlangnya keuangan perusahaan yang stabil, kamu sebagai pemegang saham tentu lebih optimis dan tenang dengan kinerja tahun berikutnya juga akan memberikan dividen yang tidak jauh berbeda besarannya pada tahun sebelumnya.

3. Menikmati Imbal Hasil Tanpa Menjual Saham

Apabila kamu senang untuk berinvestasi dengan metode menabung, keuntungan yang berasal dari dividen cocok untuk kamu yang tidak ingin menjual saham kamu untuk hanya sekedar mendapatkan keuntungan.

Terlebih, jika terus konsisten melakukan pembelian tiap bulan misalnya, maka potensi mendapatkan dividen lebih besar kedepannya. Bayangkan kamu membeli saham 1 lot BBCA secara rutin dalam 1 tahun kemarin (2021), maka kamu akan mendapatkan dividen sebesar Rp 518.400

Dividen BBCA 2021 	
= 12 lot* x Rp432
= 1.200 x Rp432
= Rp 518.400

Perlu diingat juga, ada masa kadaluarsa yang perlu diperhatikan pada saat ingin mendapatkan dividen dari saham yang kita beli. Kamu dapat membeli saham pada saat cum date, dan hindari membeli saham pada saat ex date.

Karena pada saat ex date, kamu tidak akan mendapatkan dividen dari saham yang dibeli. Sedangkan payment date adalah tanggal dimana kamu akan mendapatkan dividen dari perusahaan melalui rekening dana nasabah yang ada pada sekuritas kamu.

*1 lot saham setara 100 lembar
4. Kesempatan Re-Investasi

Berdasarkan perhitungan dividen BBCA 2021 sebelumnya, kamu dapat mempertimbangkan besaran dividen untuk diinvestasikan kembali dengan membeli kembali saham BBCA atau saham lainnya.

Sehingga potensi keuntungan masa depan juga akan terus terakumulasi apabila kamu konsisten menggunakan dana dividen untuk diinvestasikan kembali. Ingat, investasi merupakan hal yang harus dilakukan secara konsisten untuk mendapatkan pertumbuhan aset secara jangka panjang. 

Mengapa hal ini perlu dilakukan? Karena, terkadang apabila mendekati tanggal penetapan pengumuman dividen dan cum date, harga saham yang akan membagikan dividen akan melonjak naik.

Sehingga, apabila kamu mencicil beli secara konsisten dan melakukan investasi ulang dari dana dividen, kamu akan terhindar dari harga saham yang lebih tinggi dari semestinya.

5. Salah Satu Saluran Passive Income

Investasi menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan passive income masa kini yang dapat kamu pertimbangkan secara serius. Apabila kamu berhasil mengelola keuangan anda dengan baik, bukan tidak mungkin financial freedom akan anda capai dalam 20-30 tahun kedepan.

Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Beserta Ciri-Ciri & Contoh

Tentunya pencapaian ini bergantung dengan konsistensi dan alokasi dana investasi kamu yang bijak. Di awal tulisan ini, sempat disebutkan mengenai dividend yield. Mudahnya, dividend yield adalah suatu kalkulasi imbal hasil yang didapatkan oleh investor dari dividen dibandingkan harga beli saham yang membagikan dividen tersebut. Semakin tinggi persentase dividend yield saham tersebut, semakin baik pula imbal hasil tersebut.

Berikut beberapa perusahaan yang memiliki dividend yield yang tinggi berdasarkan indeks IDX High Dividen 20:

Kode SahamDividend Per Share
2021 (DPS)
Last Price
(Ex Date)
Dividend Yield (%)
Yield = DPS / Price
ADRORp160,16Rp2.2507,12%
BBCARp432Rp6.135*7,04%
HMSPRp72,8Rp1.2355,89%
ITMGRp1,218Rp21.5755,65%
PGASRp41,56Rp8305,01%

Kelima saham tersebut memiliki dividen yield yang tinggi dan mungkin dapat kamu pertimbangkan untuk koleksi dan nikmati dividennya. Namun, kamu harus berkala melihat perkembang indeks IDX High Dividen 20 ini, karena secara berkala akan di update oleh Bursa Efek Indonesia.

*Harga sebelum BBCA stock split 1:5

Kenali Indeks IDX High Dividen 20

Setelah mengetahui alasan mengapa harus melirik saham dengan dividen tinggi, tentunya kini kamu akan bertanya-tanya terkait dengan bagaimana memilih perusahaan yang memiliki pembagian dividen tinggi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa mengenali indeks IDX High Dividen 20. Meski terdengar kurang familiar, mudahnya indeks ini bertugas untuk mengukur 20 saham yang telah memiliki histori selama 3 tahun terakhir memberikan dividen tunai dan dividen yield  yang tinggi.

Sehingga, dengan panduan indeks ini kamu dapat mengetahui saham apa saja yang memiliki potensi keuntungan yang besar hanya dari dividen saja! Apalagi, saat ini sudah memasuki masa-masa dimana perusahaan sedang melakukan RUPS dan menetapkan besaran dividen dari kinerja tahun sebelumnya. 

Adanya alasan mengapa kamu harus melirik saham dengan dividen tinggi, diharapkan agar kamu dapat memilih saham perusahaan dengan bijak. Tentunya, pembagian dividen ini menjadi salah satu faktor bagi beberapa orang dalam membeli saham perusahaan tersebut.