Cara Membaca Grafik Saham Beserta Jenis dan Contohnya

Banyak investor pemula yang belum mengetahui cara membaca grafik saham dengan benar. Padahal, dengan adanya grafik saham kamu bisa mengetahui harga saham secara historis dalam periode tertentu. Jika dilihat secara saksama, maka kamu akan menemukan banyak bentuk dari grafik saham tersebut.

Mulai dari bentuk line chart, bar chart hingga candlestick chart. Semua bentuk ini akan menjadi modal dasar kamu untuk melakukan analisis secara teknikal melalui grafik saham. Tentunya, para trader profesional juga menggunakan analisis ini untuk melakukan pembelian ataupun penjualan saham.

Jenis-Jenis Grafik Saham Beserta Contohnya

Sebelum membahas lebih dalam terkait cara membaca grafik saham, tentunya kamu harus tahu dulu apa-apa saja jenis dari grafik saham. Hal ini sangat penting untuk diketahui mengingat banyaknya informasi yang disajikan dalam suatu grafik. Sebagai investor tentunya membutuhkan informasi penting ini agar bisa menganalisis secara tepat.

Baca juga: 6 Cara Main Saham Untuk Pemula Biar Untung

Perlu kamu ketahui juga bahwa setiap jenis-jenis grafik saham memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Adanya perbedaan ini membuat kamu bisa mempelajarinya terlebih dahulu agar nantinya tidak salah dalam melakukan analisis saham secara teknikal.

Berikut ini jenis-jenis grafik saham yang perlu kamu ketahui beserta contohnya.

1. Line Chart (Grafik Garis)

Grafik pertama yang akan kamu jumpai dalam melakukan analisis saham secara teknikal adalah Line Chart atau lebih dikenal sebagai Grafik Garis. Line Chart terdiri atas satu garis tunggal yang ditarik dari arah kiri ke kanan untuk menghubungkan harga penutupan atau Closing prices.

*Di atas ini merupakan salah satu contoh bentuk Line Chart dari sebuah saham selama satu hari
*Di atas ini merupakan salah satu contoh bentuk Line Chart dari sebuah saham selama satu hari

Grafik ini menjadi salah satu jenis yang paling sederhana dan sering kamu jumpai. Ada perubahan seperti naik dan turunnya grafik menunjukkan harga dari saham tersebut selama satu hari. Selain itu, kamu juga bisa melakukan dua hal dengan mengamati Line Chart.

  • Sebagai investor kamu bisa menyimpulkan apakah kondisi dari saham tersebut menunjukkan tren dengan harga bullish (naik) atau bearish (turun).
  • Menghubungkan antara peak (puncak harga tertinggi) dengan valleys (harga terendah) untuk memperkirakan bagian-bagian mana saja dari harga yang bisa berbalik arah ataupun sebaliknya.

Secara menyeluruh, Line Chart menjadi grafik yang bisa diandalkan oleh investor pemula untuk jangka panjang. Selain itu, grafik ini juga sering digunakan untuk menampilkan data-data ekonomi seperti inflasi, nilai tukar uang ataupun sebagainya. Meski demikian, banyak investor lain beranggapan bahwa grafik ini terlalu sederhana untuk analisis harian.

2. Bar Chart (Grafik Batang)

Bar Chart atau lebih sering disebut grafik OHLC ini menjadi salah satu jenis yang banyak digunakan oleh para investor. Hal ini dikarenakan informasi dari grafik batang ini tergolong sangat lengkap. Mulai dari opening price (harga pembukaan), high price (harga tertinggi), low price (harga terendah) hingga closing price (harga penutupan).

*Di atas ini merupakan salah satu contoh dari bentuk Bar Chart selama satu hari
*Di atas ini merupakan salah satu contoh dari bentuk Bar Chart selama satu hari

Dari gambar di atas bisa kamu ketahui bahwa sisi batang yang paling atas menunjukkan harga paling tinggi pada periode waktu satu hari. Begitu juga dengan sisi paling bawah yang menunjukkan harga terendah dari waktu tersebut. Kemudian, untuk sisi sebelah kiri menunjukkan pembukaan harga dan untuk sisi kanan menunjukkan penutupan harga di hari tersebut.

Apabila pada harga penutupan dalam interval waktu tertentu menunjukkan harga yang lebih rendah dari harga pembukaan, maka bagian batang akan menampilkan warna merah (bearish). Begitu juga sebaliknya, jika harga penutupan lebih tinggi, maka batang akan berwarna hijau (bullish).

Bagi kamu yang seorang pemula, tentunya grafik Bar Chart ini akan sangat membingungkan. Namun, jika dibandingkan dengan grafik Line Chart, maka grafik batang ini mampu memberikan informasi yang lebih lengkap.

Selain itu, Bar Chart juga bisa menunjukkan perubahan harga yang signifikan dalam satu interval. Semakin panjang bentuk dari batang, maka pergerakan dari harga tersebut dalam rentang waktu tertentu semakin signifikan.

3. Candlestick Chart (Grafik Lilin)

Awal dari sejarah Candlestick Chart dikembangkan oleh para pedagang Jepang untuk merunut perubahan harga pasar pada sebuah beras di era 1700-an. Penemu grafik ini kemudian dibawa ke dunia internasional oleh Steve Nison melalui buku dengan judul “Japanese Candlestick Charting Techniques” (1991).

Sejak tahun tersebut candlestick dipatenkan sebagai tampilan grafik standar untuk platform trading saham, sekaligus menjadi salah satu jenis grafik saham yang paling banyak digunakan oleh para investor di seluruh dunia.

*Gambar ini merupakan salah satu contoh bentuk Candlestick Chart dari sebuah saham selama satu hari
*Gambar ini merupakan salah satu contoh bentuk Candlestick Chart dari sebuah saham selama satu hari

Setiap lilin dalam gambar grafik menunjukkan dinamika OHLC dalam satu hari Jika ditelusuri lebih terperinci, maka bisa kamu uraikan sebagai berikut.

  • Sumbu yang ada di atas batang lilin menunjukkan harga tertinggi (high) atau sering disebut upper shadow.
  • Sumbu yang ada di bawah batang lilin menunjukkan harga terendah (low) dan disebut sebagai lower shadow.
  • Bagian batang lilin (body) terbentuk atas terjadinya harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price).

Apabila pada harga penutupan dalam interval waktu tertentu menunjukkan harga yang lebih rendah dari harga pembukaan, maka lilin akan menampilkan warna merah (bearish). Begitu juga sebaliknya, jika harga penutupan lebih tinggi, maka lilin akan berwarna hijau (bullish).

Jika dibandingkan dengan Bar Chart, maka Candlestick memiliki informasi yang hampir sama. Namun, adanya tampilan yang sedikit berbeda disertai dengan indikator yang lebih lengkap membuat grafik ini disukai oleh para investor untuk melakukan analisis teknikal.

Cara Membaca Grafik Saham

Saat membaca sebuah grafik saham, tentu bukan hanya arah pergerakan dari harga saja yang menjadi acuan. Penilaian terhadap arah pergerakan ini justru perlu kamu kesampingkan. Lantas, apa saja yang perlu kamu ketahui dalam membaca grafik saham.

Di bawah ini cara membaca grafik saham untuk pemula sebagai investor.

1. Melihat Time Frame dalam Grafik Saham

Time frame menjadi langkah awal kamu untuk melihat rentang waktu dari historis pergerakan harga yang akan dianalisis. Terdapat banyak jenis time frame yang bisa kamu gunakan, seperti Detik, Menit, Jam, Hari hingga Bulanan.

Adanya bentuk grafik yang kamu sesuaikan dengan kebutuhan akan mempresentasikan histori harga dalam periode waktu tertentu. Kamu bisa menilai apakah pergerakan ini akan sama dengan waktu sebelumnya ataupun sebaliknya.

*Grafik saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) selama periode waktu 1 bulan
*Grafik saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) selama periode waktu 1 bulan

Dari gambar tersebut bisa diketahui bahwa BBRI sedang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan selama satu bulan. Dari grafik ini tentunya bisa kamu asumsikan bahwa BBRI sedang berada di kinerja yang baik.

Baca juga: 5 Daftar Aplikasi Investasi Terbaik Tahun 2022

2. Membaca Tren Harga dalam Sebuah Grafik

Secara sederhana terdapat tiga tren harga saham yang bisa kamu terapkan untuk melakukan analisis teknikal. Pertama, yaitu tren harga bullish (naik), kemudian bearish (turun) dan sideways (menyamping).

Ketiga tren harga ini bisa menjadi acuan kamu dalam melakukan analisis teknikal secara sederhana. Adapun kriteria dari ketiga tren tersebut seperti di bawah ini.

  1. Tren Bullish menunjukkan pergerakan harga tertinggi dan semakin lama akan tinggi.
  2. Tren Bearish menunjukkan pergerakan harga terendah dan semakin lama akan rendah.
  3. Tren Sideways menunjukkan pergerakan harga naik – turun dalam rentang terbatas dan cukup sempit.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat gambar grafik dari sebuah saham BJTM yang ada di bawah ini.

*Gambar grafik saham BJTM yang menunjukkan tren Sideways, Bullish dan Bearish
*Gambar grafik saham BJTM yang menunjukkan tren Sideways, Bullish dan Bearish
3. Membaca Support – Resistance dalam Harga Grafik Saham

Cara analisis lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membaca grafik saham adalah support – resistance. Kedua istilah ini merujuk pada patokan harga penting yang perlu dipahami oleh investor ketika membaca grafik saham.

Support merupakan penanda bagian bawah di mana harga sebelumnya cenderung berbalik dari yang awalnya menurun menjadi naik. Sedangkan resistance menjadi penanda bagian atas di mana harga cenderung berbalik dari yang awalnya naik menjadi turun.

Contoh support dan resistance untuk cara membaca grafik
*Contoh dari Support dan Resisten yang bisa kamu jumpai pada grafik saham

Pada dasarnya, kamu yang merupakan seorang pemula juga bisa menjadi investor saham yang profesional. Hal ini mengingat cara membaca grafik saham juga bisa kamu lakukan dengan mudah. Hanya saja yang menjadi perbedaan, yakni bagaimana kamu bisa tekun dalam mempelajari hal tersebut.